PERILAKU MENYIMPANG REMAJA


Gambar terkait

Tulisan ini disusun sedemikian rupa untuk memenuhi tugas dari mata kuliah ilmu sosial dasar 



A.LATAR BELAKANG

            
Perilaku menyimpang remaja atau kenakalan remaja adalah segala perbuatan yang melanggar norma, aturan, dan hukum yang di lakukan oleh remaja. Remaja sendiri adalah suatu proses peralihan dari kanak-kanak menjadi dewasa. Remaja tidak dapat di katakan sebagai kanak-kanak, dan tidak dapat pula dikatakan sebagai seseorang yang dewasa. Banyak orang yang mengatakan bahwa remaja adalah seseorang yang sedang mencari jati dirinya. Hal itulah yang terkadang membuat mereka melakukan penyimpangan karena mereka ingin mencoba segala hal baru. Hal ini tentunya menjadi problema tersendiri yang dapat menghancurkan karakter si remaja tersebut.
            Remaja adalah generasi muda penerus bangsa. Seperti kutipan bung Karno, “berikan aku satu pemuda akan ku cabut semeru dari akarnya”. Tetapi melihat kondisi saat ini, banyak sekali remaja yang melakukan penyimpangan seperti, bullying, narkotika, tawuran, minuman keras, hamil di luar nikah, dan masih banyak kriminalitas lainnya yang tidak jarang merenggut jiwa. Tumbuh kembang remaja pada zaman sekarang sudah tidak bisa lagi dibanggakan. Oleh karena itu masalah kenakalan remaja seharusnya mendapatkan perhatian yang lebih untuk mengarahkan remaja ke arah yang lebih positif.
           Hal itulah yang menjadi kekhawatiran penulis yang juga merupakan seorang remaja dan merasa sangat prihatin dengan generasi kami saat ini. Permasalahan ini tidak hanya menyinggung masa depan bangsa, tetapi juga menyebabkan ketidaknyamanan bagi orang-orang yang ada disekitarnya.  Oleh karena itu, penulis sebagai remaja yang berpendidikan sadar bahwa kenakalan remaja harus segera dihilangkan, karena itulah permasalahan ini diangkat sebagai karya tulis

B. TUJUAN
            Tujuan penulis memilih judul di atas yaitu untuk memaparkan dan memberikan pemahaman mengenai perilaku menyimpang remaja itu sendiri agar para remaja sadar akan bahaya dari masalah tersebut. penulis juga ingin menjelasakan sedikit mengenai penyebab serta cara menanggulanginya sehingga masalah kenakalan remaja ini dapat berkurang.

C. PEMBAHASAN

1.Pengertian perilaku menyimpang remaja
Perilaku menyimpang remaja atau kenakalan remaja ialah suatu perbuatan atau tingkah laku yang dilakukan oleh seorang remaja baik secara sendirian maupun secara kelompok yang sifatnya melanggar ketentuan-ketentuan hukum dan moral. Beberapa contoh kasus kenakalan remaja yang sering kita dengar mealului media yaitu seperti pencurian, bullying, pengeroyokan, tawuran, minuman keras, seks bebas, pornografi, dan masih banyak lainnya

2. Penyebab perilaku menyimpang remaja

            Kenakalan remaja tidak mungkin timbul dengan sendirinya, karena bukan merupakan sifat atau bawaan seorang individu dari lahir. Berikut beberapa faktor penyebab kenakalan remaja :

1.krisis identitas,  Sebagaimana disebutkan di awal tadi remaja adalah waktu dimana seseorang mulai mencari identitas dirinya. Remaja mulai melakukan eksplorasi terhadap kepribadian dirinya. Tetapi hal yang disayangkan adalah cara mereka menemukan jati dirinya dengan mencoba segala hal baru, hingga pada akhirnya mereka tidak bisa menemukan kepastian identitas dirinya. Dalam hal ini pengawasan orang tua sangat diperlukan.

2.Kontrol diri yang lemah, terdapat sebagian orang yang tidak dapat membedakan mana hal yang baik dan dapat diterima dan mana hal yang buruk, hal inilah yang dimaksud dengan lemahnya kontrol diri seseorang. Di sisi lain  ada juga tipe orang yang telah mengetahui hal yang seharusnya dilakukan dan tidak, tetapi ia masih saja melanggarnya.

3.Lingkungan keluarga, Dalam lingkungan keluarga peran orang tua sangat penting. Pertikaian orang tua dan ketidakharmonisan rumah tangga dapat menimbulkan masalah pada diri si anak. Dia akan merasa tidak nyaman berada di rumah dan berusaha untuk melampiasakan kejenuhannya di luar dengan cara yang tidak baik.

4.Faktor ekonomi, Kondisi ekonomi yang kekurangan juga mampu memicu remaja untuk melakukan pencurian hanya untuk memenuhi kebutuhannya saja.
5. Faktor teknologi informasi, di satu sisi kemajuan bidang teknologi informasi sangat bermanfaat bagi wawasan dan ilmu pengetahuan manusia. Di sisi lain, jika tak disikapi dengan bijak justru akan menjadi boomerang tersendiri. Pesatnya informasi yang dengan mudah diakses oleh remaja dapat mempengaruhi perilaku keseharian. Bahkan anak remaja akan dengan mudah terpengaruh perilaku pornografi. Kondisi ini memicu hasrat remaja yang tak terkontrol sehingga menyebabkan seks di luar nikah (seks bebas).

3. Cara mencegah perilaku menyimpang remaja

1. Menanamkan pendidikan agama dan moral sejak dini. Karakter anak harus dibentuk sedini mungkin agar dia memiliki pegangan yang kuat nanti dimasa remajanya.
2. Remaja dapat menemukan sosok-sosok yang dapat dijadikan inspirasi sehingga dia memiliki motivasi dalam hidupnya, dan tentunya diharapkan mampu memberikan dampak positif.
3. Sebagai remaja, harus pintar-pintar memilih lingkungan pergaulan yang tepat dan baik sehingga tidak mudah untuk terjerat dalam perilaku menyimpang. Selain itu sebagai orang tua hendaknya memberikan arahan-rahan terhadap pergaulan mana yang seharunya diikuti oleh remaja.
4.  Remaja harus mempunyai pendirian yang kuat sehingga tidak mudah terpengaruhi oleh pengaruh-pengaruh buruk yang diberikan teman-teman seumuran maupun sepergaulannya.
5. orang tua seharusnya mampu menjaga ketentraman lingkungan keluarga, sehingga remaja merasa nyaman di rumah. Orang tua harus mampu memberikan kasih sayang kepada anaknya yang dapat diwujudkan dengan lancarnya komunikasi antara orang tua dan anak. Orang tua harus melakukan pengawasan namun tidak bersifat mengekang orang tua boleh membiarkan anak melakukan apapun yang masih dalam batas wajar. Namun jika anak telah melewati batasan wajar yang sudah ditentukan, maka penting bagi orang tua untuk memberitahukan secara tegas.

5. Cara mengatasi perilaku menyimpang remaja

  Usaha menindak pelanggaran norma-norma yang dilakukan oleh remaja dapat dilakukan dengan mengadakan hukuman terhadap setiap perbuatan pelanggaran. Tindak lanjut harus ditegakkan melalui pidana atau hukuman secara langsung bagi yang melakukan kriminalitas tanpa pandang bulu. 
Dalam hukum dapat dilihat pada ketentuan Pidana penjara yang dapat dijatuhkan kepada Anak yaitu paling lama ½ dari maksimum ancaman pidana penjara bagi orang dewasa. Contohnya anak tersebut dapat dijerat dengan pasal 359 kitab undang-undang hukum pidana (“KUHP”) yang berbunyi:
 “Barang siapa karena kesalahannya (kealpaannya) menyebabkan orang lain mati, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling lama satu tahun.
Maka, pidana untuk Anak yang melakukan pembunuhan karena kealpaan dan dijerat dengan pasal 359 KUHP adalah paling lama 2,5 (dua setengah) tahun.
            Tetapi jika kita melihat contoh kecil, kita bisa mengambil dari lingkungan sekolah, jika siswa melanggar peraturan maka pihak sekolah bisa saja memberikan sanksi kepada siswa tersebut berdasarkan tingkat kesalahannya. Pihak sekolah juga bisa memberikan skorsing atau bahkan mengeluarkan siswa tersebut jika perlu. Pemberian sanksi

6. Dampak perilaku menyimpang remaja

Kebiasaan melakukan hal yang buruk seperti kenakalan-kenakalan yang telah disebutkan di atas akan membentuk kepribadian atau akhlak yang buruk bagi pelakunya yang dikhawatirkan kebiasaan tersebut akan sangat sulit untuk diubah kedepannya. Beberapa dampak dari kenakaln remaja tersebut, yaitu

1. Remaja yang melakukan tindakan menyimpang akan dihindari bahkan dikucilkan oleh banyak orang, Akibat adanya tindakan pengucilan dari oarang-orang disekitarnya, remaja tersebut bisa merasa sangat sedih bahkan dapat menimbulkan depresi.
2. Tidak hanya berdampak pada si pelaku, tetapi keluarganya juga harus menanggung malu akibat perbuatannya. Keluarga akan di pandang sebelah mata oleh masayrakat karena dianggap tidak mampu mendidik anak dengan baik.
3. Masa depannnya bisa menjadi hancur, karena tidak ada orang yang ingin menerimanya  serta pandangan buruk masyarakat terhadap dirinya.

PENUTUP

1.Kesimpulan       
          Penyimpangan perilaku atau Kenakalan remaja merupakan segala perbuatan remaja yang melanggar norma. Kenakalan remaja bukan sifat bawaan tetapi terdapat beberapa factor yang menyebabkannya,Kenakalan remaja dapat dicegah dengan penanaman agama dan moral sejak dini, dan dapat diatasi sesuai dengan hkum yang berlaku.

2.Saran

          Penulis menyarankan kepada pemerintah, keluarga, dan pihak yang terkait untuk lebih serius dan fokus dalam mengatasi permasalahan kenakalan remaja. Pemerintah harus bertindak untuk mengawasi tindakan remaja Indonesia agar tidak terjerumus pada kenakalan remaja

Daftar pustaka

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Disain Jaringan Komputer

Perancangan Jaringan Komputer

PROTOKOL JARINGAN KOMPUTER